Beranda / Desa / Diduga Minim Pengawasan, Jalan Rigid Beton BKKD Desa Sudu Baru Hitungan Bulan Sudah Retak, Warga: Aman dari Hukum?

Diduga Minim Pengawasan, Jalan Rigid Beton BKKD Desa Sudu Baru Hitungan Bulan Sudah Retak, Warga: Aman dari Hukum?

BOJONEGORO – Narasiplus.my.id-Proyek jalan rigid beton program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu itu kini sudah mengalami retak di sejumlah titik, memunculkan dugaan lemahnya kualitas pekerjaan dan minimnya pengawasan.

Pantauan di lokasi pada Jumat (15/5/2026), terlihat retakan memanjang membelah badan jalan rigid beton. Kerusakan tersebut dinilai janggal lantaran usia proyek masih sangat baru dan belum dilalui kendaraan bertonase berat secara intensif.

Sejumlah warga mulai mempertanyakan kualitas material hingga proses pengerjaan proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah tersebut. Bahkan, warga menilai proyek itu terkesan dikerjakan asal jadi karena kondisi jalan sudah menunjukkan kerusakan dalam waktu singkat.

“Baru beberapa bulan selesai sudah retak-retak seperti ini. Yang lewat kebanyakan cuma sepeda motor dan kendaraan kecil. Kalau kualitasnya benar, seharusnya tidak cepat rusak,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Tak hanya itu, warga juga menyoroti minimnya transparansi proyek. Di lokasi pekerjaan disebut tidak ditemukan papan informasi proyek yang memuat nilai anggaran, volume pekerjaan, hingga pelaksana kegiatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengetahui detail penggunaan anggaran negara dalam pembangunan jalan tersebut.

“Kami tidak tahu anggarannya berapa, siapa pelaksananya juga tidak jelas. Kalau hasilnya seperti ini, masyarakat wajar curiga,” tambah warga lainnya.

Kondisi proyek yang sudah retak meski baru selesai itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait fungsi pengawasan dari pihak terkait. Warga bahkan menyebut proyek tersebut seolah “aman dari hukum” meski kondisi fisiknya dinilai jauh dari harapan.

Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Dinas terkait, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek rigid beton BKKD Desa Sudu tersebut. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis dan penggunaan anggaran dilakukan secara benar.

Warga berharap pembangunan infrastruktur desa tidak hanya sekadar formalitas penyerapan anggaran, namun benar-benar mengutamakan kualitas dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Sudu maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keretakan jalan rigid beton tersebut.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *