BOJONEGORO – Narasiplus.my.id-Tradisi Sedekah Bumi di Pesarean Bagus Alus Choguno, Dusun Nguncaran, Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro berlangsung meriah, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil bumi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga setempat.
Acara dihadiri langsung Kepala Desa Jono, Dra. Hj. Henis Meindrawati, seluruh perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Selain sebagai tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan, Sedekah Bumi kali ini juga dimeriahkan dengan penampilan kesenian tayub dari grup Wahyu Taruno Budoyo asal Desa Jono. Penampilan seni tradisional tersebut berhasil menghibur masyarakat yang hadir sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya lokal.

Kepala Desa Jono, Dra. Hj. Henis Meindrawati, saat ditemui Narasiplus.my.id di lokasi kegiatan mengatakan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini menjadi agenda yang dilaksanakan secara bergilir di sejumlah dusun di wilayah Desa Jono.
“Sedekah bumi tahun ini dilaksanakan di Dusun Krajan dan Dusun Nguncaran. Kemarin di Krajan juga digelar hiburan tayub dan wayang krucil, malam harinya dilanjutkan dengan pertunjukan wayang. Kegiatan ini memang kami selenggarakan untuk mengangkat dan melestarikan kesenian budaya daerah,” ujarnya.
Henis menambahkan, rangkaian Sedekah Bumi di Desa Jono masih akan berlanjut. Pada hari berikutnya, kegiatan serupa kembali digelar di dusun kajangan sebagai bentuk pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Besok masih ada lagi kegiatan Sedekah Bumi di dusun yang lain. Ini menjadi bagian dari tradisi masyarakat Desa Jono yang terus kami jaga dan lestarikan,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi terus memberikan perhatian terhadap pelestarian seni budaya tradisional agar tetap berkembang dan tidak tergerus zaman.
“Kami berharap kesenian budaya Jawa tetap lestari. Dukungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi sangat dibutuhkan agar keberlangsungannya terus terjaga. Saat ini regenerasi pelaku seni tradisional, khususnya tayub, mulai sulit sehingga perlu upaya bersama untuk menjaga warisan budaya ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan Sedekah Bumi yang dipadukan dengan pertunjukan seni tradisional, Pemerintah Desa Jono berharap nilai-nilai budaya leluhur tetap hidup di tengah masyarakat sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Reporter:wid







