BOJONEGORO – Narasiplus.my.id – Sorotan publik terkait dugaan mandeknya proyek pembangunan jembatan di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, akhirnya dijawab tegas oleh pemerintah desa. Pemdes membantah adanya pembiaran dan menegaskan bahwa keterlambatan murni dipicu faktor teknis, terutama cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada proses konstruksi.
Kepala Desa Semenpinggir, Joko Farianto, S.H., tidak menampik adanya keterlambatan dalam pelaksanaan proyek bernilai sekitar Rp3,1 miliar tersebut. Namun ia menegaskan, keputusan menghentikan sementara pekerjaan bukan tanpa alasan, melainkan langkah terukur demi menjaga kualitas bangunan.
“Memang ada keterlambatan, dan itu kami akui. Tapi ini bukan karena pembiaran atau kelalaian. Kondisi cuaca sangat memengaruhi pekerjaan, khususnya pada bagian struktur bawah jembatan yang langsung bersentuhan dengan air,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan serta perubahan kondisi alam di lokasi proyek membuat pekerjaan berisiko jika dipaksakan. Penghentian sementara dilakukan guna menghindari potensi kerusakan konstruksi yang justru dapat menimbulkan kerugian lebih besar di kemudian hari.
Sebagai langkah antisipatif, Pemdes Semenpinggir telah menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro untuk memperoleh data prakiraan cuaca yang akurat. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan waktu paling aman untuk melanjutkan pekerjaan.
Selain itu, Pemdes memastikan seluruh perkembangan proyek, termasuk kendala teknis di lapangan, telah dilaporkan secara berkala kepada Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang serta Inspektorat Kabupaten Bojonegoro. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi sekaligus memastikan pengawasan tetap berjalan.
“Kami tidak menutup-nutupi. Semua progres dan hambatan kami sampaikan. Proyek ini tetap dalam pengawasan dinas terkait,” imbuhnya.
Pemdes menegaskan, orientasi utama pembangunan bukan sekadar mengejar target waktu, melainkan memastikan hasil akhir yang kokoh, aman, dan layak digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Di tengah dinamika tersebut, masyarakat diimbau tetap mengawal jalannya proyek secara objektif dan proporsional. Keterlambatan yang terjadi dinilai sebagai bentuk kehati-hatian, bukan indikasi mangkraknya proyek.
Dengan koordinasi lintas instansi dan menunggu kondisi cuaca yang lebih kondusif, proyek jembatan Semenpinggir ditargetkan kembali berjalan optimal dalam waktu dekat. Pemerintah desa pun menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan secara transparan dan bertanggung jawab.(Red)








