Beranda / Daerah / Grebeg Suro Malo 2026 Sedot Ribuan Warga, Tradisi Kian Mendunia

Grebeg Suro Malo 2026 Sedot Ribuan Warga, Tradisi Kian Mendunia

Bojonegoro -Narasiplus.my.id-Grebeg Suro ke-9 Desa Malo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menyedot ribuan warga dan pengunjung, Sabtu (11/7/2026). Kirab enam gunungan hasil bumi, marching band, seni Reog, hingga festival jajanan rakyat menyatu dalam perayaan budaya yang bukan hanya melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Di bawah terik musim kemarau, arak-arakan enam gunungan menjadi pusat perhatian. Satu gunungan dipersembahkan Pemerintah Desa bersama Kasepuhan Desa Adat, sedangkan lima gunungan lainnya merupakan hasil gotong royong warga dari 12 RT dan enam RW.

Gunungan berisi hasil bumi menjadi simbol rasa syukur, harapan akan kemakmuran, serta doa agar masyarakat tetap hidup rukun, aman, dan sejahtera.

Kepala Desa Malo menegaskan Grebeg Suro merupakan agenda budaya tahunan yang dipertahankan sebagai upaya menjaga identitas desa agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Pelestarian adat istiadat dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Grebeg Suro kali ini memberi ruang lebih besar kepada generasi muda. Seluruh kepanitiaan dipercayakan kepada Karang Taruna Desa Malo yang sukses menghadirkan kemasan lebih segar melalui marching band, kirab budaya, dan keterlibatan aktif pemuda dalam setiap rangkaian kegiatan.

Kepercayaan tersebut menjadi penanda bahwa estafet budaya mulai berpindah ke tangan generasi penerus. Tradisi tidak lagi sekadar dikenang, tetapi dihidupkan kembali dengan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai leluhur.

Memasuki malam hari, suasana semakin semarak. Ribuan warga memadati lokasi untuk mengikuti prosesi perebutan gunungan yang diyakini membawa berkah, dilanjutkan pertunjukan seni Reog serta festival kuliner rakyat yang dipenuhi pelaku UMKM lokal.

Selain menjadi ruang ekspresi budaya, Grebeg Suro juga memberi dampak ekonomi yang nyata. Lapak pedagang, pelaku usaha kecil, hingga sektor jasa menikmati meningkatnya kunjungan masyarakat sepanjang rangkaian acara berlangsung.

Tradisi yang telah memasuki penyelenggaraan kesembilan ini berawal dari gagasan Kepala Desa Malo ke-9, Eko Utomo, bersama Karang Taruna, kemudian diwujudkan pada masa Kepala Desa Dwi Aryono dan kini terus dikembangkan oleh pemerintah desa saat ini.

Pemerintah Desa Malo menargetkan Grebeg Suro berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Bojonegoro. Ke depan, keterlibatan lembaga pendidikan, komunitas, dunia usaha, hingga berbagai institusi diharapkan mampu menjadikan Grebeg Suro sebagai ikon budaya yang dikenal lebih luas di tingkat regional maupun nasional.

Dengan memadukan warisan leluhur, partisipasi generasi muda, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Grebeg Suro Malo tidak lagi sekadar menjadi tradisi tahunan. Ia telah menjelma menjadi identitas budaya yang hidup, tumbuh, dan terus bergerak menuju panggung wisata budaya yang lebih besar.

Penulis:Al

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *