Beranda / Nasional / Monumen Cinta Itu Bernama Nurul Izzah, Tamsil Linrung Tuangkan Duka Mendalam atas Kepergian Putri Tercinta

Monumen Cinta Itu Bernama Nurul Izzah, Tamsil Linrung Tuangkan Duka Mendalam atas Kepergian Putri Tercinta

JAKARTA –Narasiplus.my.id- Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, menyampaikan ungkapan duka yang mendalam atas wafatnya putri sulung tercintanya, Azizah Nurul Izzah. Melalui sebuah tulisan berjudul “Monumen Cinta Itu Bernama Nurul Izzah”, Tamsil mengisahkan perjalanan batin seorang ayah yang harus mengantarkan anaknya kembali ke pangkuan Sang Pencipta.

Dalam tulisannya, Tamsil menggambarkan bahwa tidak ada pelajaran maupun teori yang mampu mempersiapkan seorang ayah menghadapi kehilangan seorang anak. Baginya, kepergian Nurul Izzah menjadi luka yang akan selalu hidup, namun harus diterima dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Menurut Tamsil, Nurul Izzah bukan hanya putri sulung, tetapi sosok yang telah mengubah dirinya menjadi seorang ayah. Kehadiran Nurul menjadi amanah terbesar dalam hidupnya, jauh melampaui jabatan maupun kehormatan dunia.

Ia juga mengungkapkan bahwa nama “Nurul Izzah” terinspirasi dari putri Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, yang dikenalnya sejak aktif di Persatuan Mahasiswa Islam Asia Tenggara (PEMIAT). Nama tersebut dipilih sebagai doa agar cahaya kemuliaan senantiasa menyertai perjalanan hidup putrinya.

Sebagai bentuk cinta yang abadi, nama Nurul Izzah kemudian diabadikan menjadi nama masjid di lingkungan Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), lembaga pendidikan yang didirikannya. Masjid tersebut kini menjadi pusat ibadah dan pembinaan generasi muda, sekaligus menjadi simbol kasih sayang seorang ayah yang berharap setiap doa dan ayat suci yang dipanjatkan di dalamnya menjadi amal jariyah bagi almarhumah.

Dalam doa yang dituliskannya, Tamsil memohon agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah putrinya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

“Di antara semua titipan yang pernah Allah anugerahkan, Nurul Izzah adalah salah satu karunia paling indah. Kini ia telah pulang, tetapi cinta kepadanya tidak akan pernah berakhir. Selama masih ada doa yang menyebut namanya, cinta itu akan terus hidup,” tulis Tamsil Linrung.

Kepergian Azizah Nurul Izzah menjadi duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Tamsil Linrung, tetapi juga bagi kerabat, sahabat, dan masyarakat yang turut mengenal sosok almarhumah.

Pimpinan beserta segenap jajaran redaksi media ini turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Azizah Nurul Izzah, putri tercinta Drs. Tamsil Linrung. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *