Bojonegoro-Narasiplus.my.id-Kenaikan harga bahan plastik yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro hingga pertengahan April 2026 menuai perhatian berbagai pihak. Ketua Panglima Satgas Pro Garda Indonesia Bersatu (PROGIB) DPW Jawa Timur, Agus MO, yang akrab disapa Mas Bagus, menilai lonjakan tersebut tidak lepas dari dampak konflik geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, konflik tersebut berimbas pada kenaikan harga minyak mentah dunia sebagai bahan baku utama industri plastik, sehingga memicu kenaikan harga di tingkat produsen hingga konsumen.
> “Kenaikan bahan plastik ini dikarenakan dampak konflik global. Harga bahan baku naik signifikan sehingga harga jual di pasaran ikut meroket,” ujar Agus, Rabu (15/4/2026).
Harga Naik Hingga 70 Persen
Berdasarkan pantauan Satgas PROGIB di lapangan, harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp6.000 per pak, kini melonjak menjadi Rp11.000 atau naik hingga 70 persen, baik di tingkat distributor maupun eceran.
Adapun rincian harga plastik di pasaran Bojonegoro saat ini antara lain:
Plastik Kemasan Umum: Rp11.000 per pak
Kantong Plastik HD-PE (Motif): Rp8.450
Plastik PE Bening: Rp7.500
Plastik OPP (10×10): Rp37.670
Terpal Plastik (2×3): Rp38.965
Sementara itu, harga limbah plastik juga mengalami fluktuasi:
Gelas Plastik Bening: Rp3.700 – Rp6.000 per kg
Botol Plastik Bekas: Rp2.000 – Rp3.000 per kg
Plastik Kresek: Rp300 per kg
Imbauan dan Waspada Penimbunan
Menyikapi kondisi ini, Agus mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik, termasuk mulai beralih ke tas belanja ramah lingkungan guna menekan konsumsi plastik sekali pakai.
Ia juga meminta Pemerintah Daerah Jawa Timur segera mengambil langkah konkret, termasuk sosialisasi kepada masyarakat serta merespons laporan pengaduan yang masuk.
“Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan, baik karena stok menipis maupun adanya potensi penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan situasi,” tegasnya.
Desakan Operasi Pasar
PROGIB melalui DPW Jawa Timur mendesak pihak berwenang untuk segera menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Agus juga telah melaporkan kondisi ini kepada Ketua DPW PROGIB Jatim, Soemardi Priono, agar dapat segera dikoordinasikan dengan instansi terkait di lingkungan pemerintah daerah.
Saran untuk Pelaku Usaha
Di sisi lain, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro turut memberikan arahan kepada pelaku usaha, khususnya UMKM, agar menyesuaikan strategi penjualan dan mencari alternatif kemasan guna menekan biaya produksi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku yang cukup signifikan.
Laporan: Tim Media Independen







